Artikel KKM-FH
Penanganan Lanjutan Covid-19 di Komplek Bumi Langgeng Cinunuk
Dosen pebimbing:
Sinta Rusmalinda, S.Ab, M.M
Disusun Oleh:
Salma Salsabila
2018.010.88
Pendidikan Agama Islam
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
STAI AL-FALAH CICALENGKA BANDUNG
2021
ABSTRAK
Berbicara mengenai pandemi Covid-19 ini masih menjadi pembicaraan yang paling utama disetiap Negara, karena sampai saat ini belum usai. Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama pada bidang pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi, pendidikan khusus, dan pendidikan lainnya. Seluruh perguruan tinggi harus memutar akal agar tetap berjalannya setiap kegiata-kegiatan, salah satunya yaitu STAI Al-Falah menggagas model KKM Frome Home. Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Covid-19 di Bidang Pendidikan dan Keagamaan. KKM-FH diharapkan mampu menjadi sarana pelatihan dan penerapan pengetahuan bagi mahasiswa untuk menganalisis berbagai permasalahan yang terjadi didaerah tersebut. Adapun kaitannya dengan itu, permasalah yang terjadi penulis melakukan kegiatan KKM-FH di Komplek Bumi Langgeng, RW 22, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang dimulai pada tanggal 13 September 2021 sampai 13 Oktober 2021. Ditinjau dalam keadaan sekarang pandemi Covid-19 pun mulai sedikit demi sedikit menurun kasusnya, maka dari itu agar senantiasa tetap terjaga protokol kesehatan melalu perkembangan program-program KKM-FH yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kebutuhan masyarakat. Lebih difokuskan pada pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pendidikan dan keagamaan di masa pandemi ini.
Kata kunci: KKM-FH, pendidikan, keagamaan
PENDAHULUAN
Tahun ini adalah tahun yang menyedihkan untuk para pelajar, karena pembelajaran tidak dapat berjalan sebagaimana semestinya. Disebabkan oleh virus Covid-19 ini yang dijadikannya sebutan tahun ini adalah masa Pandemi. Masa ini juga menjadikan beberapa kegiatan terkikis yang tidak dapat dijalankan sepenuhnya, bahkan tidak terealisasi sama sekali.
Memahami, menyadari, dan menghayati sepenuhnya makna Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh citivas akademik Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Cicalengka dalam kaitannya dengan Pengembangan Pembangunan Nasional, maka dituntut untuk mempunyai wawasan Pembangunan Nasional tersebut yang sebagiannya diterima dibangku Perguruan Tinggi melalui beberapa materi kuliah, dan keseluruhannya itu secara akademis harus diujicobakan dalam sebuah pelaksanaan pengabdian ditengah-tengah masyarakat, untuk dapat meningkatankan kecerdasan wawasan dan semangat kreativitas masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan.
KKM-FH diharapkan mampu menjadi sarana pelatihan dan penerapan pengetahuan bagi mahasiswa untuk menganalisis berbagai permasalahan yang terjadi didaerah tersebut. Adapun kaitannya dengan itu, permasalah yang terjadi penulis melakukan kegiatan KKM-FH di Komplek Bumi Langgeng, RW 22, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung yang dimulai pada tanggal 13 September 2021 sampai 13 Oktober 2021.
Kebijakan masa ini teruntuk kegiatan KKM tetap berjalan namun tetap dibatasi dengan sesuai protokol kesehatan. Salah satunya yaitu KKM berjalan tetapi berada di daerah masing-masing, yang menjadikan sebutannya KKM-FH (Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa Frome Home).
Walaupun sedang berada di masa Pandemi, namun semangat selalu tetap membara. Masyarakat harus segera bangkit dan jangan putus asa dalam menjalani kehidupan. Mencoba memberikan motivasi dan juga semangat untuk mencari ilmu di masa Pandemi ini di Komplek Bumi Langgeng dengan berbagai cara dan juga agar mengetahui bagaimana Penanganan Lanjutan Covid-19 di Komplek Bumi Langgeng Cinunuk.
PEMBAHASAN
A. TEORI DAN PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN
Adapun teori-teori yang mendukung program kegiatan sebagai berikut:
1. Bidang Pendidikan
Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989 Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata lakku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut John Dewey Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.
Menurut J.J. Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.
Pendidikan dalam KKM ini sangat berpengaruh untuk jurusan tarbiyah, di mana penulis dapat mengetahui apa arti dari bidang pendidikan, yaitu proses pendewasaan manusia agar dapat bertanggung jawab dalam segala kewajibannya baik sebagai individu maupun makhluk sosial.
2. Bidang Keagamaan
Banyak ahli menyebutkan agama berasal dari
bahasa Sansakerta,
yaitu “a” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti
kacau. Maka agama berarti tidak kacau (teratur). Dengan demikian agama itu
adalah peraturan, yaitu peraturan yang mengatur keadaan manusia, maupun
mengenai sesuatu yang gaib, mengenai budi pekerti dan pergaulan hidup bersama.
Menurut Daradjat (2005) agama adalah proses hubungan manusia yang dirasakan terhadap sesuatu yang diyakininya, bahwa sesuatu lebih tinggi dari pada manusia. Sedangkan Glock dan Stark mendefinisikan agama sebagai sistem simbol, sistem keyakinan, sistem nilai, dan system perilaku yang terlembaga, yang kesemuanya terpusat pada persoalan-persoalan yang dihayati sebagai yang paling maknawi (ultimate Mean Hipotetiking).
Agama sebagai refleksi atas cara beragama tidak hanya terbatas pada kepercayaan saja, akan tetapi merefleksikan dalam perwujudan-perwujudan tindakan kolektivitas umat (aktivitas keagamaan). Aktivitas keagamaan suatu umat beragama bukan hanya pada tataran relasi dengan Tuhan, namun juga meliputi relasi dengan sesama makhluk. Aktivitas keagamaan merupakan bagian dari dimensi ritual suatu agama, dan pada dasarnya aktivitas keagamaan itu timbul dari cara manusia “mengejewantahkan” keberagamaannya.
Dari pengertian di atas maka religiusitas dalam Islam menyangkut lima hal yakni aqidah, ibadah, amal, akhlak (ihsan) dan pengetahuan. Aqidah menyangkut keyakinan kepada Allah, Malaikat, Rasul dan seterusnya. Ibadah menyangkut pelaksanaan hubungan antar manusia dengan Allah. Amal menyangkut pelaksanaan hubungan manusia dengan sesama makhluk. Akhlak merujuk pada spontanitas tanggapan atau perilaku seseorang atau rangsanganyang hadir padanya, sementara ihsan merujuk pada situasi di mana seseorang merasa sangat dekat dengan Allah Ta’ala. Ihsan merupakan bagian dari akhlak. Bila akhlak positif seseorang mencapai tingkatan yang optimal, maka ia memperoleh berbagai pengalaman dan penghayatan keagamaan, itulah ihsan dan merupakan akhlak tingkat tinggi. Selain keempat hal di atas ada lagi hal penting harus di ketahui dalam religiusitas Islam yakni pengetahuan keagamaan seseorang.
3. Bidang Sosial
Ilmu sosial adalah Semua ilmu pengetahuan yang mempelajari aspek-aspek kehidupan manusia dimasyarakat. Aspek-aspek tersebut meliputi: interaksi sosial (sosiologi), budaya (anthropologi), kebutuhan materi (ilmu ekonomi), pendidikan (ilmu pendidikan), norma & hukum (ilmu hukum), perilaku (psikologi), dan lain-lain.
Teori sosial menurut Emile Durkheim adalah bahwa ketika kita ingin melihat suatu kebudayaan, maka dapat dilihat pula institusi dan norma yang ada dalam kebudayaan tersebut. Sebab masyarakat terbentuk dari institusi dan norma-norma tersebut.
Perubahan sosial dan kebudayaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial tediri dari faktor-faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial, apalagi banyak perubahan drastis di masa pandemi ini banyak manusia yang harus dapat beradaptasi lagi,ini dinamakan dengan culture shock.
Pendekatan dalam pelaksanaan program:
1. Pendekatan Sosial
Pendekatan ini melaksanakan upaya KKM agar dapat terjun langsung ke dalam berbagai kegiatan di masyarakat. Pendekatan ini dilakukan dengan seluruh rangkaian pengelolaan kegiatan KKM, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun ada tahap evaluasi.
Dalam tahap perencanaan pendekatan sosial dilakukan dengan berusaha melibatkan masyarakat, baik secara langsung maupu tidak langsung. Semakin banyak masyarakat yang dilibatkan tentunya akan semakin baik dan semakin mudah dalam pelaksanaannya.
Pendekatan sosial dalam tahap pelaksanaan, terutama dilakukan oleh peserta KKN dengan cara membangun komunikasi dan hubungan sosial yang harmonis untuk secara bersama-sama mengimplementasikan setiap rencana yang telah disusun. Dibandingkan dengan tahapan KKN yang lainnya, justru pada tahap pelaksanaan inilah pendekatan sosial memegang peranan penting dan harus banyak dilakukan oleh para peserta KKN.
Sedangkan pendekatan sosial dalam tahap evaluasi berkaitan erat dengan partisipasi masyarakat untuk memberikan data yang obyektif atas kegagalan dan keberhasilan kegiatan KKN.
B. HASIL
Bekerja sama dengan aparat setempat yaitu bapak RW 22 Cinunuk, agar dapat memudahkan dalam kelancaran KKM-FH kedepannya. Adapun beberapa rencana program kerja dalam pendidikan, kegamaan, dan sosial yaitu membantu mengajar dan mengawasi prokes anak-anak saat pembelajaran berlangsung di sekolah maupun dipengajian, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah terjadwal, seperti; program vaksin tahap ke 2, posyandu, acara khitanan warga setempat, dll.
Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu dan mempelajari bagaimana cara penanganan mengajar anak usia dini di masa pandemi covid-19 ini.
Penulis berupaya pembuatan rencana program kerja terlebih dahulu yaitu dengan melakukan observasi dan pendekatan sosial untuk meminta dan memperoleh izin dalam melaksanakan program kerja yang telah penulis susun. Penulis juga harus mengumpulkan data-data yang diperlukan dan dianggap akurat untuk melaksanakan program tersebut dan yang kemudian bisa menghasilkan suatu rencana awal dari target yang akan diperoleh dari program yang dibuat terlebih dahulu
Adapun hasil dari program kerja ini adalah murid-murid/santri-santri, masyarakat mengetahui betapa pentingnya menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Walaupun sudah longgar, namun tetap saja harus menjalankan protokol kesehatan agar tetap terjaga.
Untuk anak usia dini, diingatkan kembali apa itu virus Covid-19 dengan menggunakan metode mewarnai dan puzzle, anak-anak sangat antusias dan mereka mengetahui dengan baik virus Covid-19 dan bagaimana cara pencegahannya. Mereka pun selalu dibiasakan sebelum masuk kelas cuci tangan, memakai masker, berolahraga agar imun selalu terjaga.
Dalam keagamaanpun tidak jauh berbeda dalam mengingatkan tentang virus ini, santri-santrinya juga sudah paham betul akan protokol kesehatan harus tetap terjaga.
Pada keseluruhan masyarakatpun alhamdulillah selalu patuh terhadap protokol kesehatan, terutama jika ada pelaksanaan kegiatan acara selalu diawal ada cek suhu, agar semuanya senantiasa aman dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
Program yang terealisasi dilapangan selama melaksanakan KKM-FH adalah sebagai berikut:
1. Bidang Pendidikan
a) Membantu mengajar di PAUD Mandiri selama 2 minggu awal
- Membantu dalam pelaksanaan sehari-hari
- Membantu dalam pelaksanaan olahraga (senam)
- Mengisi kegiatan jalan sehat pada hari olahraga
- Bimbingan membaca
- Mengisi kegiatan selama 2 hari tentang pencegahan virus Covid-19 melalui media puzzle dan mewarnai bergambarkan virus
b) Membantu mengajar di Sanggar Salma selama 2 minggu selanjutnya
- Membantu dalam pelaksanaan sehari-hari
- Mengisi kegiatan berpetualang pada hari olahraga bersama peserta KKM UNINUS
- Mengisi kegiatan pencegahan covid-19
2. Bidang Keagamaan
a) Membantu mengajar ngaji di Majelis Ta’lim As-syifa
b) Membantu mengajar tahfidz di Maktab Deeniyat dan Taman Tahfidz Al-Qur’an Jarimatika Nurul Hikmah
c) Membantu mengajar Deeniyat jilid 5 di Maktab Deeniyat dan Taman Tahfidz Al-Qur’an Jarimatika Nurul Hikmah
d) Membantu mengajar Deeniyat jilid 0 di Maktab Deeniyat dan Taman Tahfidz Al-Qur’an Jarimatika Nurul Hikmah
e) Bimbingan Belajar (Bimbel)
3. Bidang Sosial
a) Kegiatan posyandu
b) Menjadi panitia vaksin tahap ke 2
c) Mahatma mingguan
d) Senam mingguan
e) Membagikan masker
Adapun gambar aktivitas mahasiswa KKM-FH dan anak usia dini dalam program penanganan lanjutan Covid-19 melalui media puzzle
Gambar 1. Sosialisasi Covid-19 melalui media puzzle
Gambar 2. Menjadi panitia vaksinasi
Gambar 3. Membantu pemeriksaan kesehatan anak di Posyandu
Gambar 4. Kegiatan senam mingguan
Gambar 5. Membagikan masker kepada lembaga
C. FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR KENDALA PROGRAM
Dalam setiap kegiatan KKM-FH di Komplek Bumi Langgeng yang terlaksana, tidak lepas dari adanya faktor yang mendukung maupun yang menghambat. Berikut faktor-faktor tersebut:
1. Faktor Pendukung
a) Keahlian/Kemampuan Mahasiswa
Tidak dapat dipungkiri lagi KKM merupakan tempat atau ajang mahasiswa untuk saling menerapkan dan mempraktekan ilmu yang sudah didapatnya selama mengikuti perkuliahan. Dan sudah dapat dipastikan, kami sudah cukup mampu untuk mengabdi di masyarakat, khususnya di Komplek Bumi Langgeng Cinunuk. Karena hampir sebagian mahasiswa KKM memiliki pengalaman mengajar, baik itu mengajar mengaji, menjadi guru di sekolah, pembimbing di pesantren hingga yang penghafal Al – Qur’an.
Dapat dilihat dari seluruh program kerja yang kami lakukan dapat terlaksana dengan lancar tanpa adanya hambatan. Materi maupun pembelajaran yang disampaikan pun dapat diterima dengan baik oleh seluruh santri baik putra maupun putri.
b) Lingkungan Masyarakat
Alhamdulillah antusias masyarakat Komplek Bumi Langgeng terutama bapak RW Cinunuk selalu memberikan sikap positif terhadap kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Apalagi penulis sebagai mahasiswa STAI Al Falah jurusan PAI, di mana sangat dibutuhkan dan menjadi harapan agar semakin berkembang pendidikan-pendidikan agama yang lebih baik.
2. Faktor Kendala
a) Masa Pandemi Covid-19 menjadi segala sesuatunya terbatas, jam untuk kegiatan pun tidak dapat maksimal.
b) Adanya perbedaan bahasa yang terkadang membuat penulis terhambat dalam menyampaikan sesuatu ataupun bersosialisasi dengan para murid-murid.
c) KKM-FH menjadikan kekurangan personil yang tidak dapat berjalan semaksimal mungkin.
SIMPULAN
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa Frome Home (KKM-FH) STAI Al-Falah Cicalengka di Komplek Bumi Langgeng, dilaksanakan pada tanggal 13 September 2021 s/d 13 Oktober 2021 mendapat respon yang baik dan antusias dari aparat setempat dan masyarakat yang terlibat.
Dalam penanganan di masa Pandemi ini, komplek Bumi Langgeng Cinunuk sudah sangat menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan. Di mulai dari diadakannya vaksinasi, senam mingguan agar imun tetap terjaga, dan juga setiap kegiatan selalu ada pengecekan suhu tubuh dan juga pengecekan di mana setiap orang yang hadir harus selalu memakai masker.
Hal ini sangat efektif dalam adanya penanganan lanjut di masa Pandemi ini, perlu diacungi jempol bahwasannya sudah sangat siap dalam menghadapi masa seperti ini. Sekolah, pengajian, dan kegiatan-kegiatan pun sudah mulai dilakukan dengan adanya syarat yaitu tetap selalu menjaga prokes.
Program kerja yang dilaksanakan diantaranya pada Bidang Keagamaan, Pendidikan dan Bidang Sosial. Meskipun terdapat hambatan dalam pelaksanaannya, program kegiatan KKM-FH ini di Komplek Bumi Langgeng secara keseluruhan dapat diselesaikan dan berjalan lancar serta dapat dikatakan hampir mencapai sukses.
Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan dan bantuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya, maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator bagi masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Faisal Ismail. Paradigma Kebudayaan Islam : Studi Kritis dan Refleksi Historis, (Jogyakarta: Titian Ilahi Press: 1997).
Daradjat, Zakiyah. Ilmu Jiwa Agama.Jakarta : Bulan Bintang. 2005
alaluddin.Psikologi Agama. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada. 2002
http://susiangelita.blogspot.com/2018/10/contoh-laporan-kkn-prodi-pai.html
https://hudanuralawiyah.wordpress.com/2011/11/25/makalah-teori-teori-pendidikan/